Bagi pemilik usaha yang menerima pembayaran digital, istilah MDR sering muncul saat membahas QRIS, mesin EDC, payment gateway, atau aplikasi merchant. Namun, tidak semua merchant langsung memahami apa arti MDR dan bagaimana biaya ini memengaruhi dana yang diterima setelah transaksi.
Secara sederhana, MDR adalah Merchant Discount Rate, yaitu biaya layanan yang dikenakan kepada merchant saat menerima pembayaran melalui metode tertentu. Dalam konteks pembayaran digital, MDR biasanya berbentuk persentase dari nilai transaksi.
Pada QRIS, Bank Indonesia menjelaskan bahwa MDR QRIS adalah biaya jasa yang dikenakan kepada merchant oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran saat transaksi menggunakan QRIS. Bank Indonesia sebagai regulator tidak mengambil bagian dari biaya MDR tersebut.
Merchant Discount Rate Adalah Apa?
Merchant Discount Rate adalah biaya yang dibebankan kepada merchant ketika transaksi pembayaran diproses melalui sistem pembayaran tertentu. Biaya ini biasanya digunakan untuk mendukung operasional ekosistem pembayaran, seperti penyelenggara jasa pembayaran, acquirer, issuer, switching, dan pihak terkait lain dalam proses transaksi.
Dalam praktik bisnis, Merchant Discount Rate pembayaran perlu diperhitungkan sebagai bagian dari biaya transaksi. Jika merchant menerima pembayaran Rp100.000 dan MDR yang berlaku adalah 0,7%, maka biaya MDR-nya adalah Rp700. Artinya, dana bersih yang diterima merchant menjadi Rp99.300 sebelum memperhitungkan ketentuan lain dari penyedia layanan.
Bagi pemilik usaha, memahami Merchant Discount Rate bisnis penting agar margin tetap terjaga, terutama jika produk memiliki keuntungan tipis atau volume transaksi cukup tinggi.
MDR QRIS Itu Apa?
MDR QRIS adalah potongan atau biaya layanan yang dikenakan kepada merchant ketika menerima pembayaran melalui QRIS. Biaya ini ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen. Bank Indonesia juga menjelaskan bahwa besaran MDR QRIS berlaku berdasarkan kategori merchant dan nilai transaksi.
QRIS sendiri merupakan standar pembayaran berbasis QR yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dalam halaman resmi QRIS, Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS membantu merchant cukup menggunakan satu QRIS untuk menerima pembayaran berbasis QR dari berbagai aplikasi pembayaran.
Karena itu, istilah QRIS All Payment sering digunakan oleh pelaku usaha untuk menggambarkan kemudahan menerima pembayaran dari berbagai aplikasi melalui satu kode QR.
Tarif MDR QRIS yang Perlu Diketahui Merchant
Berdasarkan informasi Bank Indonesia, skema MDR QRIS yang berlaku efektif mulai 15 Maret 2025 dibagi berdasarkan kategori merchant dan nominal transaksi. Untuk Usaha Mikro, transaksi sampai dengan Rp500.000 dikenakan MDR 0%, sedangkan transaksi di atas Rp500.000 dikenakan MDR 0,3%. Untuk Usaha Kecil, Usaha Menengah, dan Usaha Besar, MDR QRIS sebesar 0,7%. Kategori khusus seperti pendidikan dikenakan 0,6%, SPBU 0,4%, dan beberapa kategori seperti BLU, PSO, G2P, P2G, serta donasi sosial nirlaba dikenakan 0%.
| Kategori Merchant / Transaksi | MDR QRIS |
| Usaha Mikro, transaksi ≤ Rp500.000 | 0% |
| Usaha Mikro, transaksi > Rp500.000 | 0,3% |
| Usaha Kecil, Menengah, dan Besar | 0,7% |
| Pendidikan | 0,6% |
| SPBU | 0,4% |
| BLU, PSO, G2P, P2G, dan donasi sosial nirlaba | 0% |
Untuk merchant yang menggunakan layanan tertentu seperti MDR QRIS GDCPay, nominal potongan tetap perlu dicek berdasarkan kategori usaha, jenis transaksi, dan ketentuan layanan yang berlaku. Skema MDR QRIS menjadi acuan utama, tetapi merchant tetap perlu membaca informasi biaya saat melakukan pendaftaran atau aktivasi layanan.
Contoh Perhitungan MDR QRIS
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana.
Jika sebuah toko termasuk kategori Usaha Kecil dan menerima pembayaran QRIS sebesar Rp200.000, lalu MDR yang berlaku adalah 0,7%, maka perhitungannya:
Rp200.000 x 0,7% = Rp1.400
Dana bersih yang diterima merchant:
Rp200.000 – Rp1.400 = Rp198.600
Jika merchant termasuk kategori Usaha Mikro dan menerima transaksi QRIS Rp300.000, maka transaksi tersebut masuk kategori sampai dengan Rp500.000 sehingga MDR QRIS yang berlaku adalah 0%. Namun, jika transaksi Usaha Mikro melebihi Rp500.000, maka tarif MDR yang berlaku adalah 0,3% sesuai skema Bank Indonesia.
Apakah MDR Sama dengan Biaya Admin?
MDR sering dianggap sama dengan biaya admin, padahal konteksnya bisa berbeda. Biaya admin biasanya dikenakan dalam bentuk nominal tetap atau biaya layanan tertentu. Sementara itu, MDR umumnya berbentuk persentase dari nilai transaksi.
Misalnya, MDR QRIS 0,7% berarti biaya dihitung berdasarkan nominal pembayaran. Jika nominal transaksi besar, nilai potongannya juga lebih besar. Karena itu, merchant perlu memahami struktur biaya sebelum memilih metode pembayaran.
Untuk bisnis dengan transaksi harian tinggi, MDR sebaiknya masuk dalam perhitungan harga jual, margin, dan laporan keuangan.
Apakah MDR Dibayar oleh Pelanggan?
Untuk QRIS, MDR ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen. Informasi ini dijelaskan langsung oleh Bank Indonesia dalam penjelasan mengenai MDR QRIS.
Artinya, merchant tidak sebaiknya menambahkan biaya khusus kepada pelanggan hanya karena pelanggan membayar menggunakan QRIS. Jika pemilik usaha perlu menyesuaikan harga, lebih baik dilakukan melalui strategi harga umum, bukan biaya tambahan khusus saat pelanggan memilih QRIS.
Pendekatan ini penting agar pengalaman pelanggan tetap nyaman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
MDR dalam Payment Gateway QRIS Indonesia
Dalam ekosistem payment gateway QRIS Indonesia, MDR menjadi salah satu komponen biaya yang perlu dipahami merchant. Payment gateway membantu bisnis menerima pembayaran digital, menampilkan instruksi pembayaran, mengirim status transaksi, dan menyediakan dashboard untuk memantau pembayaran.
Jika bisnis menggunakan payment gateway QRIS API, sistem pembayaran dapat dihubungkan ke website, aplikasi, atau sistem internal. Misalnya, pelanggan membayar melalui QRIS di aplikasi, lalu status pembayaran otomatis masuk ke sistem bisnis melalui API atau webhook.
Untuk perusahaan, integrasi seperti GDCPay payment gateway API dapat membantu proses transaksi menjadi lebih rapi. Bisnis dapat membuat transaksi, memantau status pembayaran, dan mengelola data pembayaran dalam sistem yang lebih terintegrasi.
Jasa QRIS Merchant dan Daftar QRIS Merchant
Bagi pelaku usaha yang ingin menerima pembayaran digital, jasa QRIS merchant dapat membantu proses pendaftaran dan aktivasi QRIS. Merchant biasanya perlu menyiapkan data usaha, identitas penanggung jawab, rekening pencairan, nomor kontak, dan informasi lokasi usaha.
Proses daftar QRIS merchant penting dilakukan melalui kanal resmi agar data usaha aman dan transaksi dapat dipantau dengan benar. Setelah QRIS aktif, merchant dapat menggunakan kode QR untuk menerima pembayaran dari pelanggan.
QRIS cocok untuk warung, toko sembako, restoran, bengkel, laundry, sekolah, yayasan, booth event, toko online, hingga bisnis jasa. Dengan QRIS, pelanggan dapat membayar secara non-tunai, sementara merchant dapat memantau transaksi melalui aplikasi atau dashboard.
MDR QRIS GDCPay untuk Merchant
Jika merchant menggunakan GDCPay atau layanan payment gateway yang mendukung QRIS, informasi MDR QRIS GDCPay perlu dicek pada saat pendaftaran. Merchant perlu memastikan kategori usaha, biaya transaksi, jadwal settlement, dan fitur laporan transaksi.
Untuk bisnis yang membutuhkan solusi pembayaran lebih lengkap, GDCPay dapat dipertimbangkan sebagai payment gateway yang mendukung kebutuhan pembayaran digital, termasuk QRIS dan integrasi API. Dengan dashboard transaksi, merchant dapat melihat pembayaran masuk dan mengelola operasional pembayaran dengan lebih rapi.
Hal paling penting adalah memastikan biaya MDR, jadwal pencairan dana, dan ketentuan layanan sudah dipahami sejak awal.
Apa Bedanya MDR dan MDR-TB?
Sebagian orang juga mencari istilah MDR-TB adalah. Penting untuk dipahami bahwa MDR dalam konteks pembayaran berbeda sepenuhnya dengan MDR-TB.
Dalam artikel ini, MDR berarti Merchant Discount Rate, yaitu biaya transaksi merchant. Sementara itu, MDR-TB adalah istilah di bidang kesehatan dan tidak berkaitan dengan payment gateway, QRIS, atau transaksi bisnis.
Jadi, jika konteksnya merchant, QRIS, payment gateway, atau pembayaran digital, maka MDR yang dimaksud adalah Merchant Discount Rate.
Kenapa Merchant Perlu Memahami MDR?
Merchant perlu memahami MDR karena biaya ini memengaruhi dana bersih yang diterima. Untuk usaha kecil, potongan MDR mungkin terlihat kecil per transaksi, tetapi jika transaksi terjadi ratusan hingga ribuan kali per bulan, totalnya tetap perlu dihitung.
Dengan memahami MDR, pemilik usaha dapat membuat laporan keuangan lebih rapi, menentukan harga jual dengan lebih akurat, dan memperkirakan margin keuntungan. Merchant juga bisa membandingkan metode pembayaran mana yang paling sesuai dengan pola transaksi pelanggan.
Untuk bisnis yang menggunakan QRIS, payment gateway, atau aplikasi merchant, pemahaman MDR membantu operasional pembayaran berjalan lebih transparan.
Tips Mengelola MDR untuk Bisnis
Agar MDR tidak mengganggu margin, merchant perlu mencatat transaksi bruto, potongan MDR, dan dana bersih secara terpisah. Dengan begitu, laporan keuangan lebih mudah dibaca.
Merchant juga perlu memahami kategori usahanya. Kategori Usaha Mikro, Usaha Kecil, pendidikan, SPBU, atau kategori khusus dapat memiliki tarif MDR yang berbeda.
Selain itu, cek jadwal settlement dari penyedia layanan. MDR berkaitan dengan potongan transaksi, sedangkan settlement berkaitan dengan kapan dana masuk ke rekening merchant. Keduanya perlu dipahami agar arus kas bisnis lebih terkontrol.
Kesimpulan
MDR adalah Merchant Discount Rate, yaitu biaya layanan yang dikenakan kepada merchant saat menerima pembayaran digital. Dalam QRIS, MDR ditanggung oleh merchant dan tarifnya mengikuti kategori usaha serta nominal transaksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk UMKM dan bisnis harian, QRIS dapat membantu menerima pembayaran digital dengan lebih praktis. Untuk bisnis yang membutuhkan integrasi lebih lanjut, payment gateway QRIS API dan GDCPay payment gateway API dapat membantu menghubungkan transaksi ke website, aplikasi, atau sistem internal.
Sebelum menggunakan layanan QRIS merchant, pastikan Anda memahami biaya MDR, jadwal settlement, dashboard transaksi, dan cara memantau pembayaran agar operasional usaha berjalan lebih rapi.
FAQ MDR
Apa itu MDR?
MDR adalah Merchant Discount Rate, yaitu biaya layanan yang dikenakan kepada merchant saat menerima pembayaran melalui metode pembayaran tertentu.
Apa itu Merchant Discount Rate?
Merchant Discount Rate adalah persentase biaya yang dipotong dari nilai transaksi merchant sebagai biaya layanan pemrosesan pembayaran.
Apa itu MDR QRIS?
MDR QRIS adalah biaya jasa yang dikenakan kepada merchant saat menerima pembayaran menggunakan QRIS.
Berapa MDR QRIS untuk Usaha Mikro?
Untuk Usaha Mikro, transaksi sampai dengan Rp500.000 dikenakan MDR 0%, sedangkan transaksi di atas Rp500.000 dikenakan MDR 0,3% berdasarkan skema Bank Indonesia yang berlaku.
Apakah MDR QRIS boleh dibebankan ke pelanggan?
Tidak. Untuk QRIS, MDR ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen.
Apa itu MDR QRIS GDCPay?
MDR QRIS GDCPay adalah biaya MDR yang berlaku untuk merchant GDCPay yang menerima pembayaran QRIS. Detailnya perlu dicek berdasarkan kategori merchant dan ketentuan layanan.
Apa manfaat payment gateway QRIS API?
Payment gateway QRIS API membantu bisnis menghubungkan pembayaran QRIS ke website, aplikasi, atau sistem internal agar status transaksi lebih mudah dipantau.
Bagaimana cara daftar QRIS merchant?
Merchant dapat daftar QRIS merchant melalui penyedia layanan resmi dengan menyiapkan data usaha, identitas penanggung jawab, rekening pencairan, dan informasi kontak usaha.